Busana Peranakan Tempo Dulu

Gaya peranakan China turut mewarnai keragaman budaya Nusantara. Memadukan inspirasi tempo dulu dengan sentuhan imajinasi kekinian, desainer Ghea Pangabean dan Defrico Audy menciptakan kreasi busana gaya peranakan dalam penampilan berbeda.



Ornamen border bunga-bunga menghiasi tank-top berbahan satin dipadu dengan model piyama panjang berlengan lonceng dari bahan sutera, serta kain sarung batik warna dasar hijau lembut bermotif bunga.
Dari kebaya encim warna peach lengan pendek dipenuhi ornament border floral dipadukan dengan rok panjang bahan tulle berhias border keemasan dibagian bawahnya, serta ‘ditumpuk’ dengan bawahan model klok warna merah anggur bermotif bunga-bunga dan aksen border keemasan. 

Busana gaya dress panjang berkerah Cheongsam warna khaki ini memiliki pesona pada aplikasi ornament berbentuk burung phoenix warna silver metalik pada bagian dada hingga belahan punggung. 

Dress panjang model backless dari bahan bludru hitam tampak memukau dengan ornamen border China yang terlihat mengekspose keindahan punggung. Penampilan terlihat sempurna dengan gaya sanggul Mandarin kontemporer, diperkaya dengan anting merah, tusuk rambut, dan gelang jade khas oriental. 


Gaun panjang yang menonjolkan keindahan siluet tubuh memiliki detail ornamen kancing bungkus pada bagian sisi bawah lengan hingga pinggang, terlihat memukau dengan dengan modifikasi garis leher berbentuk V. 


Kebaya encim bersiluet ramping warna merah manggis dengan ornament border floral pada bagian pinggirnya terlihat feminine dipadukan dengan rok panjang bahan tulle yang berpotongan lebar tampak ringan mengembang.

Gaya jubah klasik China diolah menjadi busana berpenampilan sangat modern melalui imbuhan manic-manik dan ornament metalik, serta aplikasi dari bahan tenun bermotif etnik. (Courtesy: Mahligai)

Related

Fashion 7758594328943903604

Posting Komentar

Comments
0 Comments

emo-but-icon



Recent

Popular

Support Kebaya!

item